Taat Syari’at

adminsbs Januari 16, 2019 0 Comments

Sahabatku, seluruh aktivitas seorang muslim haruslah sesuai syariat Islam. Dan ini adalah konsekuensi   keimanannya   sebagai   muslim. Allah SWT Berfirman:

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلالا مُبِينًا

“Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mu’min dan  perempuan  mu’min,  apabila Allah  telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka. Barangsiapa yang bermaksyiat kepada Allah dan rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah sesat dengan kesesatan yang nyata” (QS. Al Ahzab [33]: 36)

Rasulullah saw bersabda:

لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يَكُوْنَ هَوَاهُ تَبَعاً لِمَا جِئْتُ بِهِ

“Tidak   beriman   salah  seorang  diantara  kalian sampai  hawa  nafsunya  tunduk dengan apa yang aku bawa (syariah Islam)” (HR. Al-Hakim).

Selalu menyandarkan aktivitas kepada syariah adalah kata lain dari takwa. Inilah modal ketiga kita dalam berbisnis. Bagi kita para shariapreneur, maka beraktivitas sesuai  syariah  Islam bukan  hanya sebuah kewajiban, namun juga kita sangat meyakini bahwa hanya dengan syariah Islam bisnis dapat mencapai kesuksesan   puncaknya.   Sebab   syariah   adalah   the highest quality standard (alat ukur kualitas tertinggi) dalam   seluruh   aspek   kehidupan   seorang   muslim.

Rasulullah bersabda:

اَلاِسْلاَمُ يَعْلُوْ وَلاَ يُعْلَى عَلَيْهِ

“Islam itu tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi daripadanya” (HR. Ahmad dan Daruquthni).

Oleh karenanya dalam aktivitas keseharian bisnispun kita harus terus bersandar kepada syariah. Memang sudah semestinya kita harus selalu menggunakan syariah yang tidak sekedar pada tataran moralitas (akhlak) saja namun harus sampai kepada tataran operasional pelaksanaan bisnis kita. Kita yakin tidak akan ada kesuksesan tanpa bersandarkan syariah. No Success Without Sharia.

Meski harta kita banyak, dan bisnis kita sukses secara duniawi. Apabila hal itu kita peroleh tanpa bersandar terhadap syariah maka itu hanyalah merupakan keburukan.

قُلْ لا يَسْتَوِي الْخَبِيثُ وَالطَّيِّبُ وَلَوْ أَعْجَبَكَ كَثْرَةُ الْخَبِيثِ فَاتَّقُوا اللَّهَ يَا أُولِي الألْبَابِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Katakanlah:  “Tidak  sama  yang  buruk  dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, Maka bertakwalah kepada Allah hai orang- orang berakal, agar kamu mendapat keberuntungan.” (AlMaidah [5]: 100)

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا الله وَأَجْمِلُوا فِي الطَّلَبِ فَإِنَّ نَفْساْ لَنْ تَمُوَت حَتىَّ تَسْتَوْفِيَ رِزْقَهَا وَإِنْ أَبْطَأَ عَنْهَا، فَاتَّقُوا الله وَأَجْمِلُوا فِي الطَّلَبِ، خُذُوا مَا حَلَّ وَدَعُوا مَا حَرَمَ

Wahai umat manusia, bertakwalah engkau kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki, karena sesungguhnya tidaklah seorang hamba akan mati, hingga ia benar-benar telah mengenyam seluruh rezekinya, walaupun terlambat datangnya. Maka bertakwalah kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki. Tempuhlah jalan-jalan mencari rezeki yang halal dan tinggalkan  yang  haram.”  (HR.  Ibnu Majah, Abdurrazzaq, Ibnu Hibban dan al-Hakim, dishahihkan oleh al-Albani).

Dengan selalu bersandarkan kepada syariah ini, kita insyaAllah akan terus berada di jalan ketakwaan.

Karena sesungguhnya bekal terbaik adalah takwa. Allah SWT   berfirman:

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الألْبَابِ

“Berbekallah, dan Sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku Hai orang-orang yang berakal.” (alBaqarah [2]: 197).

Bagaimana pengaruh bekal takwa (taat kepada syariah) bagi kehidupan seorang muslim?

Sungguh sahabatku shariapreneur, luar biasa beruntungnya bagi orang-orang yang bertakwa dan bertawakkal kepada Allah ini, karena Allah memiliki  5 janji yang akan membantu pencapain kesuksesan hakiki mereka. Allah SWT berfirman:

“Barangsiapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya (2), dan Dia memberinya   rizki   dari   arah   yang   tidak   disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh,   Allah   telah   mengadakan   ketentuan   bagi setiap sesuatu (3). … Dan barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia menjadikan kemudahan baginya dalamm urusannya (4). Itulah perintah Allah yang diturunkan-Nya kepadamu, barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Allah akan menghapus kesalahan- kesalahannya dan akan melipatgandakan pahala baginya (5).” (TQS. At-Thalaq: 2-5)

Dari  ayat  di  atas  kita  memahami  ada  5 keuntungan  bagi  mereka  yang bertakwa  dan bertwakkal, yaitu:

1) Allah  berjanji  akan  memberikan  jalan  keluar  dari kesulitan.

Bukankah terlepas dari kesulitan dan halangan- halangan dalam berbisnis adalah langkah untuk sebuah kesuksesan?

2) Allah berjanji akan memberikan rizki dari arah yang tidak diperhitungkan.

Pendapatan  atau  laba  bisnis  sering  kita perkirakan dengan sekedar hitung-hitungan matematis, kadang tercapai   kadang   tidak.   Kalau   tercapai   hal   itu maksimal sebatas perhitungan kita. Tapi bagi mereka yang bertakwa dan bertawakal dalam bisnisnya, Allah sediakan   satu   jalan   pemasukkan   lain   yang   kita bahkan tidak menyangka atau mampu memperkirakannya. Bukankah hal itu luar biasa?

3) Allah berjanji akan mencukupi keperluannya.

Terkadang meski pendapatan besar, tapi uangnya terasa  tidak ada. Bahkan  sering tidak cukup  untuk menutupi pengeluaran yang ada-ada saja. Untuk mereka yang bertakwa dan bertawakal Allah berjanji akan mencukupi keperluannya. Subhanallah, begitu dahsyat bisnis Anda jika demikian bukan?

4) Allah berjanji akan memudahkan urusan-urusannya.

Ada urusan-urusan bisnis itu yang secara sunatullah mungkin tidak dapat dihindari atau jalan keluarnya sulit. Tapi dengan ketakwaan kepada Allah, kita mendapatkan jaminan kalaupun bertemu dengan urusan seperti ini Allah akan membuatnya menjadi mudah   untuk   kita   hadapi.   Bukankah   kita   para pebisnis membutuhkan hal ini?

5) Allah     berjanji     menghapus     dosa-dosanya     dan melipatgandakan pahalanya.

Dan ini yang terpenting bagi kita sebagai sangu kita di akhirat kelak. Mungkin kita termasuk orang yang memiliki  amalan  yang  tidak  luar  biasa.  Mungkin hanya yang wajib-wajib saja yang baru kita kerjakan. Yang   sunnah-sunnah   agak   jarang   kita   kerjakan, namun dengan ketakwaan dan tawakkal kita, Allah berjanji akan menghapuskan dosa-dosa kita dan melipatgandakan pahala kita. Subhanallah,Allahu Akbar… begitu dahsyat dan begitu indah janji Allah. Dan Pasti Allah akan menepati janji. Karena mustahil Allah ingkar janji.

Karena  sangat pentingnya berbekal pemahaman terhadap syariah-syariah Allah inilah sahabat, sepupu, sekaligus menantu Rasulullah saw Imam Ali karamallahuwajhahu berkata:

 “Barangsiapa   yang   berdagang   namun   belum memahami    ilmu    agama,    maka    dia    pasti    akan terjerumus dalam riba, kemudian dia akan terjerumus ke dalamnya dan terus menerus terjerumus.”

Sahabatku shariapreneur, setiap akan berbisnis atau bekerja kita wajib memahami syariah terkait bisnis atau pekerjaan yang akan kita lakukan itu, sebagaimana juga kita wajib mengkaitkan seluruh aktivitas hidup kita lainnya kepada syariat Islam.

Dalam rangka menginginkan ketaatan terhadap syariat   Allah   itulah   kami   membuat   Shariapreneur Guiding Book, dalam 8 seri.  Dengannya kami harapkan dapat  membantu  diri  kita  semua  untuk  senantiasa menjalankan bisnis sesuai syariat Allah.

Semoga  kita  selalu  istiqomah  dalam  ketakwaan sahabatku. Amin…

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا, وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ

“Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akanmengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.”(QS. Ath-Thalaq [65]: 2-3)

Sumber: Fauzan Al-Banjari, Dalam Buku 9 Bekal Syar’i Perjalanan Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *